Proyek Coconut Oil Loading Automation
A. Team Work

Proyek ini adalah kerja team, yang terdiri dari personel personel dimana masing masing memberikan kontribusi sesui dengan peranannya, baik personel yang berada di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan. Anggota team bekerja bersama sama, dengan satu tujuan bagaimana membuat PD Flowmeter merk Oval yang cukup tua menjadi Flow Meter yang modern, digitalized, computerized, menggunakan PLC, Touch Screen, Personal Computer (PC) dan menghubungkannya ke OPC Server.
Personel di dalam perusahaan antara lain:
1. Pimpinan Proyek: “deGleng�
2. Urusan Coding (PLC, TC, PC): Kadri setiyawan, ST
3. Urusan Listrik: Yoyok, ST; dkk
4. Urusan Pipa: Joko; dkk
5. Urusan Jaringan Komputer: Kyan Mada, ST, Tri Sysandi, A.Md; Eko Mahendro, ST; dkk
Personel di luar perusahaan yang tidak bisa dilupakan peranannya:
1. Mr. Teguh (Samson Control Valve)
2. Mr. Tirtonoto, Mr. Edy (Oval Metering Indonesia)
3. Mr. Hendra (Kitz valve dan Kelmo actuator)
4. Mr. Alan Ho, Mr. Citradi (Omron Indonesia)
5. Mr. Jose Sumardi, Mr. Dicky, Ms. Ester (Hemel Electrics)
6. dll yang susah disebut satu persatu
B. Kondisi Sebelumnya
Kita memiliki 2 PD Flow Meter merk Oval, termasuk jenis yang model lama. Satu unit berukuran 8 inci dan satunya lagi berukuran 6 inci. Kapasitas total 2 flow meter itu adalah sekitar 800 ton / jam maksimum. Masih memakai meteran mekanik, penunjukan meter adalah liter. Membuka dan menutup valve masih memakai engkol tangan, men-start dan men-stop motor pompa masih pakai saklar/tombol manual . Operator mencatat penunjukan di meter, merekap dan membuat laporan. Kalau mau menghitung berapa ton minyak yang dipompa harus mengalikan terhadap density dengan melihat suhu minyak berapa derajat dan melihat tabel density. Selain dari segi keakuratan tidak bisa maksimum, cara ini juga lumayan ribet untuk ukuran sa`at ini dimana teknologi sudah begitu biasa.
C. Kondisi Sesudahnya
Proyek ini tujuannya melakukan modifikasi dan inovasi dimana dari alat yang ada dan tergolong tua itu menjadi alat yang lebih baik dalam segalanya dan memaksimalkan setinggi mungkin dalam hal efisiensi, konsistensi, menekan kerja kerja otot serendah rendahnya, dan memonitor proses dan menyajikan data dengan lebih cepat. Nantinya tidak lagi diperlukan engkol tangan untuk membuka dan menutup valve. Nantinya tidak lagi melakukan start dan stop motor pompa secara manual. Semuanya bisa dilakukan hanya dengan jari melalui touchscreen. Kita tidak lagi setiap sa`at memicingkan mata untuk melihat penunjukan di meter mekanik, penunjukan tempertaur konvensional yang “ditempel� di pipa distribusi, tidak lagi membuka tabel density untuk mengetahui berapa ton minyak yang sudah dipompa, melainkan semuanya sudah tersaji di layar touchscreen. Sensor suhu jenis Pt.100 (RTD) akan setiap sa`at mengirimkan sinyal suhu ke sistem agar sistem bisa melakukan koreksi terhadap perubahan suhu secara seketika, berapa derajat suhu tertampil, berapa liter minyak yang dipompa bisa ditampilkan, berapa ton sudah barang tentu bisa tertampilkan di layar touchscreen. Proses bisa dimonitor secara real team. Tidak sampai di situ saja, data juga akan tercapture dengan baik ke terminal server bahkan memungkinkan pengoperasian bisa dilakukan melalui PC komputer (dengan mouse) karena sistem dihubungkan ke OPC Server. Operator flowmeter tidak perlu lagi susah susah melihat, mencatat, merekap, dan melaporkan pekerjaan ini. Semua laporan sudah otomatis dengan program “report generator� dan langsung bisa diprint di komputer. Keakuratan penunjukan meter lebih baik karena suhu dimonitor secara real time dan sistem melakukan koreksi density secara real time pula.
D. Bahan bahan yang sudah ada
Dua unit PD flow meter yang ada adalah model LB332-151-B114-000 S/N B133-2416 (8″) dan LB312-312-151-B114-000 S/N B131-6309 (6″). Keduanya terpasang meteran mekanik LW-15. Sebuah Ouput Valve tangan juga terpasang di masing masing Flow Meter dan beberapa motor pompa di Pump House. Flow meter diset dari pabriknya sudah fixed, artinya jika ada ketidaksesuaian ukuran, terutama dalam kalibrasi, tidak ada apapun yang bisa kita lakukan terhadap penunjukan meteran itu kecuali hanya memberi label bahwa ketidak akuratan meteran adalah “sekian� persen.
E. Bahan bahan yang dibutuhkan
Untuk membuat system sesuai dengan yang diharapkan, maka diperlukan alat alat tambahan, modul modul tambahan, dan semua komponen digital yang diperlukan, termasuk juga PC (Personal Computer). Garis besar rincian komponen komponen adalah sebagai berikut:
1. Oval AF3 Accuracy Adjustor. Digunakan untuk mendapatkan tingkat akurasi yang paling tinggi. Flow Meter yang ada sebelumnya tidak dilengkapi dengan Accuracy Adjustor Oval AF3, sehingga jika terjadi penyimpangan pengukuran yang cukup signifikan kita tidak bisa melakukan adjustment apapun terhdapad flowmeter itu. AF3 bisa memperbaiki penyimpangan mualai dari -2% sampai dengan +2%
2. Oval PG30S Pulse Generator.
Adalah alat pembangkit pulsa, dipasang pada gearbox flowmeter, merubah putaran as flowmeter menjadi denyut pulsa. Pulsa ini nantinya yang akan diolah oleh system menjadi denyut denyut digital yang setiap denyutnya mewakili setiap volume minyak yang melewati flowmeter.
3. Oval EL0844-753029 Converter / Compensator. Alat ini dilihat dari fungsinya dalam system termasuk yang vital. Sebuah I/O yang bisa diprogram (Programmable I/O) untuk menerima sinyal dari PG30S. Selain berfungsi sebagai converter (analog to digital dan sebaliknya, volume ke massa), juga berfungsi sebagai pengolah sinyal suhu dari sensor suhu. Sesuai dengan karakteritik flowmeter, EL-084 bisa diprogram bahwa 1 pulsa dari PG30S artinya “sekian� liter dan dikorelasikan dengan density akan mengkonversikannya ke dalam satuan kilogram. Setiap perubahan dari sinyal yang datang dari sensor suhu akan diolah dan melakukan koreksi nilai density.
4. Omron CJ1M-CPU21. Adalah PLC (Programable Logic Controler) yang tergolong generasi akhir yang akan menjadi tulang punggung system ini. Dia adalah otak dari keseluruhan system, modul DviceNet ditambahkan di dalamnya, untuk mendukung remote I/O. Menerima sinyal dari EL-084, dan sinyal sinyal masukan lainnya, mnghitung flowrate, menghitung jumlah minyak (totalizer), memberi instruksi device output untuk melakukan start-stop pompa, melakukan open-close valve dan proses proses lainnya, termasuk komunikasi ke touchscreen, dan device lainnya.
5. Omron NS5-TQ01B-V2 PT .
Adalah Toucscreen PT (programable terminal), yang berfungsi sebagai interface antara mesin dan manusia. Memberikan intruksi ke PLC, dan menerima data dari PLC untuk ditampilkan di layar. Fungsinya mirip kontrol panel dan layar komputer digabungkan menjadi ringkas, dioperasikan dengan jari (toucscreen). Tinggal sentuh sentuh, nyunyuk nyunyuk saja, qe3. NS5 ini juga bisa dihubungkan ke jaringan komputer lokal, dan berkomunikasi dengn OPC server, yang memungkinkan PC di jaringan juga bisa menggunakan mouse nya untuk mengoperasikan system, baik mengoperasikan valve, motor, dan lainya. Nyunyuk nyunyuk-nya bisa lewat selain bisa dari touchscreen juga bisa melalui komputer biasa, pakai mouse. heh heh heh.
6. Omron S8JX-05024CD Power Supply. Terdiri beberapa pcs, gunanya untuk supply tenaga ke seluruh rangkaian PLC, PT, dan jaringan DeviceNet.
7. DeviceNet kit, satu set. Yaitu jaringan yang menghubungkan antar device untuk berkomunikasi. Diantaranya terdiri dari device device kecil kecil tetapi banyak pernik nya. Diantaranya DRT2-ROS16 I/O, DCN1-3NC brach tap, kabel DeviceNet DCA2-5C10, DCN1-1P power tap, DRS1-T terminator dan lain lainya.
8. Kitz 10FCTB Ball Valve 8″ dan 6″. . Ini valve output untuk flowmeter. Valve fungsinya jelas, untuk membuka dan menutup aliran minyak yang menuju ke kapal atau tanki ponton. Nantinya selain akan bisa dikendalikan oleh actuator, juga bisa dioperasikan secara manual, dibuka dan ditutup pakai tangan, biasanya hanya jika sistem sedang trouble.
9. Kelmo XSS220-4 Electric Valve Actuator. Adalah actuator valve dimana fungsinya untuk mengontrol valve secara elektric. Buka dan tutup valve tidak dengan tangan, melainkan dengan kontrol yang diberikan oleh PLC melalui sirkit sirkit relay. Dengan program di PLC sedemikian rupa valve bisa dibuka dan ditutup secara parsial, yaitu sekian persen buka, sekian persen tutup dan sebagaimya, untuk mengatur flowrate.
10. Kabel kabel sesuai jenis dan kegunaan. Banyak type dan kegunaannya sesuai fungsunya. Diantaranya kabel power listrik, ke motor, ke valve dan sebagainya. Kabel data DeviceNet yang harganya lebih mahal, kabel RJ-45 yang menuju jaringan. pendeknya perkabelan lah.
F. Rancangan
Sebuah pekerjaan proyek dimulai dengan perancangan. Rancangan proyek ini didasari dengan apa yang sudah ada dan mau diapakan sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan akan apa yang ingin dicapai. Semuanya berfokus ke as dan gearbox mekanik di body flowmeter. Yang ada hanyalah meter penunjuk liter LW-15 bawaan pabrik flowmeter Oval, dengan Fixed AG2 Accuracy Adjustor yang dipasang pada waktu flowmeter baru dibeli, fixed dan mati alias gak bisa disetel setel lagi. Langkah awal adalah menjadikan keakuratan dari non adjustable menjadi adjustable dengan memasang AF3 Accuracy Adjustor, prinsip kerjanya adalah user konfiigurasi utuk menyesuaikan keakuratan pada waktu kalibrasi, dengan tingkat yang bisa di-djust dari -2% s/d +2%. Nilai ini sudah sangat sangat memadai, karena tingkat ketidak sesuaian flowmeter biasanya masih di bawah -1% s/d +1%. Dalam hal ini flowmeter kita keakuratannya sudah “lari� rata rata sekitar +0,6%. Artinya ketika kita memompa 1000 ton, maka selisihnya sekitar 6 ton.
Accuracy Adjustor AF3 adalah barang “mekanik�, sedagkan mainanan kita nantinya ke digital untuk itu diperlukan pulse generator untuk mendapatkan denyut pulsa elektronik. Kita pakai Oval PG30S dipasang dengan mode factored pulse setelah accuracy adjustor. output yang keluar dari adalah Voltage Pulse dengan revolusi 10 pulse / rev. Dengan kata lain bisa dimisalkan bahwa sekali putaran as body flowmeter adalah 10 pulse PG30S. Jika diketahui sekali putaran as itu nilainya adalah “V� liter, maka setiap pulsa ekuivalen dengan “V/10″ liter.
Oval EL-0844 dipasang setelah PG30S. EL-084 adalah converter / compensator I/O. Dia sejenis programable I/O dimana di dalam memori (ROM) nya bisa ditanamkan sebuah “formula� agar setiap pulsa yang datang dari PG30S akan menjadi besaran besaran volume sesuai dengan spesifikasi flowmeter (kapasitas flowmater) sehingga nilai dari output pulse generator benar benar sesuai dengan nilai real kapasita flowemeter. Di dalam EL-084 juga di tanamkan sebuah nilai density dan input untuk menerima sinyal dari sensor suhu. dari parameter volume, suhu, dan density output EL-084 akan memungkinkan menghasilkan data dalam besaran masa (berat) dalam kg.
Output dari EL-084 diterima oleh PLC CJ1M-CPU21 yang memiliki built-in I/O 10 point. Ditambah Remote I/O DRT2-ROS16 untuk mengendalikan motor dan valve maka sistem sudah cukup memadai untuk mengontrol semuanya.
PLC juga dihubungkan ke Programable Teminal (PT/Touchscreen) sebagai interface antara Man dan Mesin (HMI), dimana untuk mengoperasikan sistem “operator� hanya berhadapan dengan layar seukuran 5 inci dan jari saja. Tinggal nyunyuk nyunyuk saja.
G. Instalasi

Instalasi ada 2 bagian yaitu bagian yang berat berat dan bagian yang ringan ringan, maksudnya berat dan ringan phisiknya, loh. Pipa pipa, valve, dan motor di reorientasi ulang. Valve yang engkol tangan diganti dengan valve elektrik. Flowmeter yang tadinya rumah pompa yang jauh dari dermaga loading dipindah ke dermaga loading agar dekat dengan kapal, selain tadinya ada sekitar 300 meter pipa yang terisi minyak stelah melewati flowmeter tapi tidak ikut masuk ke tanki kapal. Pekerjaan ini Pak Joko cs yang selesaikan
Yang ringan ringan (ringan barangnya tapi berat di “kepala�) ya tentu saja wiring dan coding. pekerjaan ini diselesaikan oleh Pak Kadri cs dan Pak Yoyok cs. Software yang digunakan untuk membuat aplikasinya adalah CX-One, yang memang keluaran khusus daro Omron untuk membuat lader diagram. Lainnya adalah VB. Ada banyak sekali perkawinan device dan perkawinan merk di sini. Ya apa boleh buat, kita tidak mungkin membuang yang sudah ada, lantas bilang “lembiru�, lempar yang lama beli yang baru, heh heh heh.
H. Pengoperasian System
Ya udah, pergi ke toucscreen tinggal nyunyuk nyunyuk saja.
Regards
Team Industrial Automation
PT PSK.
Posted: April 29th, 2008 under Automation.
Comments
Comment from ulil
Time April 30, 2008 at 21:39
mantav mbah, kalau di tambah dengan hardware yg bisa ngirim laporannya ke sms pie mbah? tambah apa lagi kira2? aku yo pengen buat sensor2 itu termonitor dan terkirim ke sms dan ngelog di memori mikroconcuxnya Qe3.
Tetap semangat !!!
Comment from arif jt
Time May 2, 2008 at 10:49
Salam kenal mas, dulu th 1999-2001 aku pernah kerja di Pulau Sambu Kualaenok situ, setelah trining 1 mg akhirnya dibuang ke PT.RSUP pulau burung kerja dibagian Departemen Listrik 1 th dan kemudian pindah di ITDnya cuma sampai 8 bln. Lumayan dapat pengalaman manajemen (ISO, TQM, 5S, dll), PLC,Panel Control,Gulung Motor, buat program Payroll, Abensensi, Raw material, PPIC, dll. Salam untuk temen-teman aku yang masih di PSk atau yang di RSUP. Salam dan minta maaf untuk Pak Manager Listrik yang dulu mentraining kelistrikan Boiler PSK dan akhirnya keluar dari RSUP, Dari Arif Johar Taufiq.Kunjngi webku ya mas..
Comment from k.sitanggang
Time May 5, 2008 at 00:31
bravo,i need contac person for automation system
best regard
Mr.sitanggang
Comment from Beta Uliansyah
Time May 26, 2008 at 13:53
Whooo… lak tenan si Kyan Mada ki kerjo nang Kuala Enok. Nak ketemu nang YM, ditakoni kenal Widodo, jawabane ra tau jelas.
Comment from Moedjik Pramono
Time August 8, 2008 at 14:44
Dear : Om Degleng
Om aku butuh informasi sampeyan dimana mendapatkannya
Moedjik Pramono
PT Dwi Cakra Manunggal
Phone 031 5487059
Fax 031 5487060
Comment from irfan
Time August 19, 2008 at 00:14
mas belinya alat dimana ,,kerenn keren….
ni yng muridnya pak ranto…. irfan.
Comment from harits
Time September 17, 2008 at 00:02
Berapa budget u/ merealisasikan sistem ini,kalo mo order
unit lengkap berapa harga, lama pengerjaan.
Terimakasih, kami tunggu infonya
Comment from deGleng
Time September 17, 2008 at 11:44
to harits on September 17, 2008 12:02
Wah ya sangat tergantung, itu kan proyek modifikasi system manual yang sudah ada. beda ceritanya kalau harus memulai dari belum ada sistem sama sekali, semuanya pasang baru. Kalau pasang baru sebagai contoh Flowmeter 8 inci baru saja sekitar 200 jt, kalau Coriolis lebih mahal lagi. Kita belum bisa menghitung budget tanpa tahu mulai dari mana? Definisikan dulu kebutuhannya, mau apa, sudah punya apa, dan sebagainya. kalau barang barang yang dibutuhkan sudah saya cantumkan distributor bisa tanya langsung, kecuali pembuatan systemnya.
Regards
Comment from Keluarga Dirmanto
Time October 24, 2008 at 01:13
Mohon dukungan untuk menjadi pemenang lomba SEO. klik http://dirmanto.web.id/busby-seo-test
Terima Kasih atas dukungannya.
Comment from Chandra MDE
Time October 27, 2008 at 16:33
Halo, Mas. Sebagai pemula aku suka banget dengan blog sampean ini. Bah, aku juga mau bikin tandingan ah, meskipun projeknya belum keren-keren kayak punya Mas.
Comment from andung
Time January 14, 2009 at 16:37
weleh2 sesuk tak tandingke karo hsle banyu geni umy
Comment from GANZA HERU
Time January 22, 2009 at 12:11
Mas, saya tertarik dgn modofikasi ini.
saat ini saya ada permintaan flowmeter OVAL 3″ LB 291-152-B114-00.
Saya tertarik untuk menerapkan proyek ini di INSTANSI PEMERINTAH.
GANZA HERU
08129125393
Comment from slamet
Time January 28, 2009 at 10:03
Coconut nya yang mana? Tampilkan contoh nya donk. qe3.
Comment from sumanto
Time April 30, 2008 at 21:37
alat doraemon lagi ya?
ihirrrrrr commentku yang pertama